Saat ini masih banyak terjadi perbedaan sudut pandang tentang kesurupan. Beberapa kalangan yang menolak, (lagi-lagi) masih menggunakan alasan klasik yakni “tidak bisa diterima akal”, dan mengemukakan (opini) yang berdasar sains. Padahal fenomena alam ghaib dijelaskan secara tuntas dalam syariat islam, mari kita coba telaah peristiwa kesurupan berdasarkan Al-Quran dan Hadits yang shahih.
Bagi sebagian orang kejadian masuknya jin ke tubuh manusia masih menjadi misteri. Kesurupan karena merupakan hal yang tak bisa di tangkap panca indera bahkan ilmu sains menjadikannya sesuatu yang ditanggapi berbagai macam, ada yang mengatakannya sebagai ilusi atau halusinasi belaka. Dan juga menuding hal tersebut adalah kedustaan hingga merupakan tindak kesyirikan.
Pembaca yang budiman, jika kita menapaktilasi perjalanan hidup Nabi dan para sahabatnya, tak akan kita ikut menjadi bingung dikarenakan kita memiliki ikutan dan pegangan yakni Al-Quran dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan Nabi (Hadits) berikut sikap para sahabat yang setia mengikutina sebagaimana ALLAH berfirman...
“Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai.”
(Ali ‘Imran: 103)
Dikatakan oleh Al-Imam Al-Qurthubi...
“Allah mewajibkan kepada kita agar berpegang teguh dengan Kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya, serta merujuk kepada keduanya ketika terjadi perselisihan. Ia (juga) memerintahkan kepada kita agar bersatu di atas Al-Qur`an dan As-Sunnah secara keyakinan dan amalan…”
(Tafsir Al-Qurthubi, 4/105)
Sederhana sekali sebenarnya... Coba saja jika anda adalah termasuk pengikut setia kedua pusaka yang ditinggalkan Nabi, maka kita tinggal taat patuh dan mengikuti keduanya dan semua persoalan terjawab sudah.
Apabila kita ingin mengetahui keadaan suatu tempat yang belum pernah dikunjungi maka caranya adalah bertanya kepada yang paling mengetahui tentang tempat tersebut. Dan ALLAH adalah Yang MahaMengetahui tentang yang ghaib dan telah menjelaskannya kepada Nabi - Nya yang mulia bagaimana cara berinteraksi dengan alam ghaib itu.
Pada artikel selanjutnya kita akan mencoba membaca kajian, keterangan dan fatwa dari Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz t dan Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin yang merupakan dua orang ahli hadits terkemuka diera ini seputar permasalahan kesurupan atau kerasukan jin ini. Mudah-mudahan memberikan pencerahan bagi kita tentang hal yang tidak kasat indera manusia ini... tanpa menduga-duga atau malah parahnya kita mendapat penjelasan dari pihak yang hanya akan menyesatkan belaka.
(Bersambung)
Bagi sebagian orang kejadian masuknya jin ke tubuh manusia masih menjadi misteri. Kesurupan karena merupakan hal yang tak bisa di tangkap panca indera bahkan ilmu sains menjadikannya sesuatu yang ditanggapi berbagai macam, ada yang mengatakannya sebagai ilusi atau halusinasi belaka. Dan juga menuding hal tersebut adalah kedustaan hingga merupakan tindak kesyirikan.
Pembaca yang budiman, jika kita menapaktilasi perjalanan hidup Nabi dan para sahabatnya, tak akan kita ikut menjadi bingung dikarenakan kita memiliki ikutan dan pegangan yakni Al-Quran dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan Nabi (Hadits) berikut sikap para sahabat yang setia mengikutina sebagaimana ALLAH berfirman...
“Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai.”
(Ali ‘Imran: 103)
Dikatakan oleh Al-Imam Al-Qurthubi...
“Allah mewajibkan kepada kita agar berpegang teguh dengan Kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya, serta merujuk kepada keduanya ketika terjadi perselisihan. Ia (juga) memerintahkan kepada kita agar bersatu di atas Al-Qur`an dan As-Sunnah secara keyakinan dan amalan…”
(Tafsir Al-Qurthubi, 4/105)
Sederhana sekali sebenarnya... Coba saja jika anda adalah termasuk pengikut setia kedua pusaka yang ditinggalkan Nabi, maka kita tinggal taat patuh dan mengikuti keduanya dan semua persoalan terjawab sudah.
Apabila kita ingin mengetahui keadaan suatu tempat yang belum pernah dikunjungi maka caranya adalah bertanya kepada yang paling mengetahui tentang tempat tersebut. Dan ALLAH adalah Yang MahaMengetahui tentang yang ghaib dan telah menjelaskannya kepada Nabi - Nya yang mulia bagaimana cara berinteraksi dengan alam ghaib itu.
Pada artikel selanjutnya kita akan mencoba membaca kajian, keterangan dan fatwa dari Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz t dan Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin yang merupakan dua orang ahli hadits terkemuka diera ini seputar permasalahan kesurupan atau kerasukan jin ini. Mudah-mudahan memberikan pencerahan bagi kita tentang hal yang tidak kasat indera manusia ini... tanpa menduga-duga atau malah parahnya kita mendapat penjelasan dari pihak yang hanya akan menyesatkan belaka.
(Bersambung)


0 Komentar Bagaimana Jin Merasuki Manusia Hingga Terjadi Kesurupan
Posting Komentar