Mari Berbagi Kebaikan

Blog Postingan Kajian dan Hal Bermanfaat Lainnya

Rabu, 21 Juni 2017

Wali ALLAH vs Wali Setan atau Syaiton

Hizbullah dan Hizbu Syaithan Perseteruan Tiada Akhir

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah)

Kebenaran dan kejahatan adalah dua kubu yang tidak mungkin bersatu. Kebenaran didukung oleh ALLAH sedangkan kejahatan didukung oleh setan dan pasukannya. Siapa yang mendukung setan maka dia menjadi musuh ALLAH dan dia tidak mungkin meraih kemenangan.


Hizb (kelompok/golongan) di dalam Al-Qur’an ada dua bentuk dan tidak ada yang ketiga, yaitu Hizbullah dan Hizbusy-syaithan. Setiap hizb ini memiliki sifat-sifat dan ciri-ciri yang membedakan antara yang satu dengan yang lain.


Ciri-ciri Hizbullah

Kata “hizbullah” di dalam Al-Qur’an disebutkan tiga kali. Satu kali dalam surat al-Maidah ayat 56:

“Maka sesungguhnya Hizbullah merekalah orang-orang yang menang.” Dan dua kali dalam surat al-Mujadilah ayat 22:

“Mereka adalah hizbullah (golongan ALLAH) dan ketahuilah sesungguhnya hizbullah merekalah yang akan menang.”

Bagi orang yang merenungi kedua surat di atas yaitu ayat sebelumnya dia akan menemukan sepuluh ciri-ciri hizbullah, di antaranya

1.    Berwala’ (loyal) kepada ALLAH.

2.    Berwala’ kepada Rasulullah n.

3.    Berwala’ kepada orang-orang yang beriman.

4.    Cinta kepada ALLAH.

5.    Cinta kepada Rasulullah n.

6.    Cinta kepada hamba-hamba ALLAH yang beriman.

7.    Merendahkan diri di hadapan orang-orang yang beriman.

8.    Berbangga dengan agamanya di hadapan orang-orang kafir.

9.    Menampakkan kalimat haq sesuai batasan-batasan syariat.

10.    Berjihad di jalan ALLAH untuk meninggikan kalimat ALLAH. (Lihat kitab al-Manhajul Qawim at-Ta’assi bi ar-Rasul al-Karim karya asy-Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi

al-Madkhali, hlm. 40)


Ciri-ciri Hizbu Syaithan

Hizbu asy-Syaithan tentu berbeda dengan hizbullah. Artinya, Hizbu asy-Syaithan memiliki sifat-sifat dan ciri-ciri yang dikenal dengannya.


  • Pertama, menyeru kepada yang mungkar, mencegah dari yang ma’ruf, dan bakhil terhadap hak-hak ALLAH dan hak-hak hamba-Nya. ALLAH berfirman: "Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan sebagian mereka terhadap sebagian yang lain adalah sama, mereka menyeru kepada yang mungkar dan mencegah dari yang ma’ruf.” (at-Taubah: 67)

  • Kedua, memiliki sifat hasad dalam rangka mengikuti imam mereka yaitu iblis yang telah hasad terhadap Adam. Inilah jalan iblis dalam rangka menentang perintah ALLAH........... "Saya lebih baik darinya (Adam), Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan dia (Adam) dari tanah.” (Shad: 76)........ Hasad adalah menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain, baik yang terkait dengan nikmat ukhrawi maupun duniawi. Hasad adalah akhlak iblis dan tentara-tentaranya dari kalangan Yahudi, Nasrani, dan munafiqin. Karena itu, Rasulullah n memperingatkan kita darinya......................“Janganlah kalian saling hasad dan janganlah kalian saling tanajasy1 (menipu pembeli), janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi, dan janganlah sebagian kalian membeli barang yang dalam pembelian saudaramu, dan jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.” (Sahih, HR. Muslim)

  • Ketiga, merasa senang bila kekejian tersebar di kalangan kaum muslimin baik secara individu maupun jamaah, menyakiti mereka dengan cara melemparkan tuduhan palsu......ALLAH menjelaskan hal itu dalam firman-Nya........."Sesungguhnya orang-orang yang suka tersebarnya kekejian di tengah orang-orang yang beriman, bagi mereka adalah azab yang pedih.” (an-Nur: 19)

  • Keempat, mengibarkan permusuhan kepada orang-orang yang beriman sebagaimana digambarkan oleh Rasulullah n dalam sebuah hadits qudsi (ALLAH berfirman)........ "Barang siapa yang memusuhi waliku, maka sungguh Aku umumkan perang kepadanya.” (Sahih, HR. al-Bukhari dan Ahmad dari sahabat Abu Hurairah)

  • Kelima, berdusta atas nama ALLAH dengan penuh kezaliman dan permusuhan. ALLAH berfirman...... "Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan tiadalah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit dan bagi mereka azab yang pedih.” (an-Nahl: 116—117)

  • Keenam,  berpaling  dari  kebenaran  ajaran  Islam,  tidak  mempelajarinya,  tidak mengajarkannya, dan tidak mau mengamalkannya. ALLAH mengancam mereka dalam banyak ayat Al-Qur’an......"Sungguh Kami telah melemparkan ke neraka Jahannam kebanyakan dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati (akan tetapi) mereka tidak berpikir dengannya. Mereka memiliki penglihatan (akan tetapi) mereka tidak melihat (kebesaran Allah) dengannya, mereka memiliki pendengaran (akan tetapi) mereka tidak mendengarkan ayat-ayat Allah dengannya. Mereka bagai binatang ternak, bahkan lebih sesat dari itu. Merekalah orang-orang yang lalai.” (al-A’raf: 179)

  • Ketujuh, mengikuti hawa nafsu, menolak petunjuk dan segala yang akan mengantarkan kepadanya. Begitu juga menentang para pengikut petunjuk. ALLAH menjelaskan dalam firman-Nya..... "Pernahkah kamu melihat orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkan mereka sesat berdasarkan ilmunya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberi petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (al-Jatsiyah: 23)

  • Kedelapan, mendebat kebenaran dengan segala kebatilan dan melakukan segala bentuk kerusakan di muka bumi. ALLAH berfirman....... "Dan di antara manusia ada yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras. Apabila ia berpaling dari kamu, ia berjalan di muka bumi untuk mengadakan kerusakan terhadapnya; merusak tanam-tanaman dan binatang ternak. Dan Allah tidak menyukai kebinasaan.” (al-Baqarah: 204—205)

  • Kesembilan, mencela syariat ALLAH dan pemeluknya.........."Katakanlah, apakah kepada Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kalian mencela? Tidak ada alasan (bagi kalian), sungguh kalian telah kafir setelah beriman.” (at-Taubah: 65—66)


Inilah beberapa ciri hizbullah dan hizbusy-syaithan, dan masih banyak lagi ciri lainnya sebagaimana telah dijelaskan ALLAH dan Rasul-Nya n di dalam hadits-hadits sahih. Semoga pembahasan ini cukup memadai untuk mengetahui hakikat mereka, agar keluar orang-orang
yang mengaku sebagai hizbullah namun mereka sangat jauh darinya.

Wallahu a’lam.

-------------

---------> Al-Imam an-Nawawi t berkata bahwa najasy adalah engkau menambah harga sebuah barang yang engkau umumkan di pasar atau selainnya yang engkau tidak berkeinginan membelinya, namun bertujuan untuk menipu orang lain.

0 Komentar Wali ALLAH vs Wali Setan atau Syaiton

Posting Komentar

Back To Top