Bukan hanya di Indonesia yang marak perdukunan sejak dahulunya di negeri-negeri maju pun keberadaan paranomal dicari-cari jasanya.
Bahkan di bumi para nabi pun ada banyak praktek dukun secara terang-terangan, dan seperti di indonesia juga.. dimanipulasi dengan embel-embel seolah syar’i.
Senin sore kemarin baru pertama kalinya aku melihat proses pengobatan si Paranormal atau Orang Pintar, cara ia mengetes keberadaan jin, sihir, atau ainul hasad dlm tubuh seseorang sangatlah unik...
Baru-baru ini kami melihat salah satu orang pintar melakukan praktek pengobatan dan caranya mengecek keberadaan jin di dalam tubuh pasien unik sekali.
Yaitu dgn cara mengikatkan seutas benang dan kunci yg dijepit di dalam al-Qur'an..
Lalu ia membaca awal surat yasin dan beberapa do'a lain sambil berkata yg artinya :
"Jika dia terkena gangguan jin bergeraklah ke arah kanan, dan jika ia terkena ia terkena sihir bergeraklah ke kiri...!!!"
Sehelai benang diikatkan ke dalam Al-Quran lalu dijepit dan dengan kunci.
Setelah itu si paranormal membaca bagian pertama surat yasin dan ditambah beberapa doa lain dengan diakhiri perkataan...
“Jika terkena jin gangguan jin al-Quran akan bergerak kekanan.. dan jika terkena sihir al-Quran akan bergerak ke kiri......”
Spontan saja mushaf yang dipegang diantara jari pasien dan jarinya bergerak-gerak..
Setelah gerakan al-Quran itu terlihat dominan mengarah kemana si syaikh lalu memastikan apakah orang tadi terkena gangguan jin atau sihir.
Yang menjadi pertanyaan bagi kami adalah ia tetap menanyakan nama si pasien dan nama ibu pasien.
Jadi teringat yang dikatakan Syaikh Wahid Abdussalam bali dalam kitabnya Ash-Sharimul Battar Fittashaddiy Lissaharatil Asyraar yang menjelaskan praktek seperti ini adalah bagian dari ritual SIHIR.
Demikian seterusnya cara-cara ini dia lakukan untuk pasien yang lain setelah pasien yang kami lihat tadi diperiksa lalu dikasih minum.
Nah saya lalu mencoba untuk membacakan ayat pembatal sihir dalam hati sembari melihat ke kunci yang dipegang si syaikh. Dan tahukah anda...? Al-Quran itu tak bergerak sama sekali, walaupun pasien yang sedang ditanganinya menderita gangguan jin yang cukup bandel.
Ternyata situasi ini membuat sang syaikh mengatakan bahwa pasien kali ini tidak apa-apa, baik-baik saja dan tidak perlu khawatir.
Tentu saja diagnosa yang diberikan sangat mengecewakan karena gangguan jin begitu tampak dan sangat mengganggu sejak dia berangkat dari dari rumah.
Karena keluarga pasien bersikeras dan tak ingin saudaranya terus menerus kesurupan, si syaikh itupun meminta pendapat saya tentang si pasien, dan saya memberikan pendapat bahwa memang jelas dia terganggu jin.
Si orang pintar tidak terima begitu saja, tentu saja dia sangat percaya dengan alat yang selama ini dia andalkan yakni al-Quran yang diikat dengan tali dan kunci maka dia menanyakan apakah saya bisa membuktikan......
Maka aku meminta pasien berdiri sejenak sambil membacakan do'a2 ruqyah dan menunjuk tepat pada titik utama gangguannya, tak ada satu menit pasien langsung sempoyongan kesana kemari, teriak, dan bereaksi keras...
Pasien yg sebelumnya diobati pun ikut muntah2 dan bereaksi lumayan keras...
Syekh itu berdiri sambil mendekat ke arahku sambil melihat-lihat kedua pasien yg bereaksi..
Stelah menyaksikan bahwa diagnosanya salah, ia berkata bahwa jin memang akan hadir ktika dibacakan qur'an, dan jin yg bereaksi itu hanyalah qorin.....
Ketika itulah kami berdiskusi sdikit ttg ruqyah yg ia praktekkan...
Pertama ttg mengapa ia bertanya nama pasien bserta ibunya..
Ia menjawab bahwasannya nama pasien dan ibu hanyalah penguat agar prakteknya smakin efektif, dia jg berkata bahwasannya kelak di hari kiamat nama yg akan dipanggil adalah nama anak dan nama ibu..
Pdahal sudah jelas di dalam hadits bahwa nama anak nasabnya dinisbatkan ke bapak bukan ke ibu,,,
Saat ditanya darimana sumber rujukannya, dia bilang dari atsar yg tertera dalam kitab manaqibus-shalihin karya Fahruddiin arraazi
Yg kedua ttg al-Qur'an yg ia ikat dgn benang dan kunci yg dijepit :
Ia berkata bahwasannya jin tdk akan mungkin bisa menyentuh al-Qur'an, jd yg hadir itu adalah KHODAM malaikat yg ditugaskan Allah utk menjaga stiap huruf di dalam al-Qur'an...
Dalil dia : "Inna nahnu nazzalna dzikra wa innaa lahu lahaafidzuun"
Aku tanya : "Apa ada ulama yg menafsirkan bahwasannya hafidzun pada ayat itu adalah malaikat ??"
Dia gk bisa jawab dan ttp ngotot bahwa ada khodam malaikat di stiap ayatnya yg bisa dipanggil...
Padahal malaikat tidak akan turun kecuali atas perintah Allah..
"Wama natazzalu illa bi amri robbik.."
Yg ketiga ttg jin yg merasuk ke tubuh manusia, dia mengingkarinya, krn di dalam al-Qur'an tdk tertera ayat yg mengatakan ttg itu...
Yg ada hanyalah al-Massu yaitu sentuhan jin, jin hanya bisa menyentuh tak bisa masuk ke tubuh...
Lalu saya mengutip perkataan ibnu Taimiyyah dalam majmu' fatawa ttg jin yg merasuk ke tubuh manusia..
dia menjawab panjang lebar dan intinya dia berkata : "kita mengikuti Rasulullah atau Taimiyyah..?!"
Aku smakin gk sreg, knp banyak kontradiksi dlm hujjah2nya..
Klo memang mengikuti Rasulullah, knp dia mendahulukan atsar ttg nasab yg kembali ke ibu ketimbang nasab yg kembali ke bapak utk mengobati ?
Padahal Rasulullah sendiri telah menjelaskan nasab anak itu kembali ke bapak....
Diskusi kami sudahi walau msh banyak uneg2 yg pengen diutarakan saat itu...
Saya benar2 menghimbau utk saudara saudariku, baik yg ada di Mesir maupun di Indonesia agar lebih waspada terhadap praktek perdukunan yg ada...
Jgn tertipu oleh gelar "ustadz", "kyai", "syaikh", "ajengan", dsb...
Waspadalah slalu karena aqidah kita yg menjadi taruhannya...
Bahkan di bumi para nabi pun ada banyak praktek dukun secara terang-terangan, dan seperti di indonesia juga.. dimanipulasi dengan embel-embel seolah syar’i.
Senin sore kemarin baru pertama kalinya aku melihat proses pengobatan si Paranormal atau Orang Pintar, cara ia mengetes keberadaan jin, sihir, atau ainul hasad dlm tubuh seseorang sangatlah unik...
Baru-baru ini kami melihat salah satu orang pintar melakukan praktek pengobatan dan caranya mengecek keberadaan jin di dalam tubuh pasien unik sekali.
Yaitu dgn cara mengikatkan seutas benang dan kunci yg dijepit di dalam al-Qur'an..
Lalu ia membaca awal surat yasin dan beberapa do'a lain sambil berkata yg artinya :
"Jika dia terkena gangguan jin bergeraklah ke arah kanan, dan jika ia terkena ia terkena sihir bergeraklah ke kiri...!!!"
Sehelai benang diikatkan ke dalam Al-Quran lalu dijepit dan dengan kunci.
Setelah itu si paranormal membaca bagian pertama surat yasin dan ditambah beberapa doa lain dengan diakhiri perkataan...
“Jika terkena jin gangguan jin al-Quran akan bergerak kekanan.. dan jika terkena sihir al-Quran akan bergerak ke kiri......”
Spontan saja mushaf yang dipegang diantara jari pasien dan jarinya bergerak-gerak..
Setelah gerakan al-Quran itu terlihat dominan mengarah kemana si syaikh lalu memastikan apakah orang tadi terkena gangguan jin atau sihir.
Yang menjadi pertanyaan bagi kami adalah ia tetap menanyakan nama si pasien dan nama ibu pasien.
Jadi teringat yang dikatakan Syaikh Wahid Abdussalam bali dalam kitabnya Ash-Sharimul Battar Fittashaddiy Lissaharatil Asyraar yang menjelaskan praktek seperti ini adalah bagian dari ritual SIHIR.
Demikian seterusnya cara-cara ini dia lakukan untuk pasien yang lain setelah pasien yang kami lihat tadi diperiksa lalu dikasih minum.
Nah saya lalu mencoba untuk membacakan ayat pembatal sihir dalam hati sembari melihat ke kunci yang dipegang si syaikh. Dan tahukah anda...? Al-Quran itu tak bergerak sama sekali, walaupun pasien yang sedang ditanganinya menderita gangguan jin yang cukup bandel.
Ternyata situasi ini membuat sang syaikh mengatakan bahwa pasien kali ini tidak apa-apa, baik-baik saja dan tidak perlu khawatir.
![]() |
| Kitab Ash-Sharimul Battar Fittashaddiy Lissaharatil Asyraar Oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali |
Tentu saja diagnosa yang diberikan sangat mengecewakan karena gangguan jin begitu tampak dan sangat mengganggu sejak dia berangkat dari dari rumah.
Karena keluarga pasien bersikeras dan tak ingin saudaranya terus menerus kesurupan, si syaikh itupun meminta pendapat saya tentang si pasien, dan saya memberikan pendapat bahwa memang jelas dia terganggu jin.
Si orang pintar tidak terima begitu saja, tentu saja dia sangat percaya dengan alat yang selama ini dia andalkan yakni al-Quran yang diikat dengan tali dan kunci maka dia menanyakan apakah saya bisa membuktikan......
Maka aku meminta pasien berdiri sejenak sambil membacakan do'a2 ruqyah dan menunjuk tepat pada titik utama gangguannya, tak ada satu menit pasien langsung sempoyongan kesana kemari, teriak, dan bereaksi keras...
Pasien yg sebelumnya diobati pun ikut muntah2 dan bereaksi lumayan keras...
Syekh itu berdiri sambil mendekat ke arahku sambil melihat-lihat kedua pasien yg bereaksi..
Stelah menyaksikan bahwa diagnosanya salah, ia berkata bahwa jin memang akan hadir ktika dibacakan qur'an, dan jin yg bereaksi itu hanyalah qorin.....
Ketika itulah kami berdiskusi sdikit ttg ruqyah yg ia praktekkan...
Pertama ttg mengapa ia bertanya nama pasien bserta ibunya..
Ia menjawab bahwasannya nama pasien dan ibu hanyalah penguat agar prakteknya smakin efektif, dia jg berkata bahwasannya kelak di hari kiamat nama yg akan dipanggil adalah nama anak dan nama ibu..
Pdahal sudah jelas di dalam hadits bahwa nama anak nasabnya dinisbatkan ke bapak bukan ke ibu,,,
Saat ditanya darimana sumber rujukannya, dia bilang dari atsar yg tertera dalam kitab manaqibus-shalihin karya Fahruddiin arraazi
Yg kedua ttg al-Qur'an yg ia ikat dgn benang dan kunci yg dijepit :
Ia berkata bahwasannya jin tdk akan mungkin bisa menyentuh al-Qur'an, jd yg hadir itu adalah KHODAM malaikat yg ditugaskan Allah utk menjaga stiap huruf di dalam al-Qur'an...
Dalil dia : "Inna nahnu nazzalna dzikra wa innaa lahu lahaafidzuun"
Aku tanya : "Apa ada ulama yg menafsirkan bahwasannya hafidzun pada ayat itu adalah malaikat ??"
Dia gk bisa jawab dan ttp ngotot bahwa ada khodam malaikat di stiap ayatnya yg bisa dipanggil...
Padahal malaikat tidak akan turun kecuali atas perintah Allah..
"Wama natazzalu illa bi amri robbik.."
Yg ketiga ttg jin yg merasuk ke tubuh manusia, dia mengingkarinya, krn di dalam al-Qur'an tdk tertera ayat yg mengatakan ttg itu...
Yg ada hanyalah al-Massu yaitu sentuhan jin, jin hanya bisa menyentuh tak bisa masuk ke tubuh...
Lalu saya mengutip perkataan ibnu Taimiyyah dalam majmu' fatawa ttg jin yg merasuk ke tubuh manusia..
dia menjawab panjang lebar dan intinya dia berkata : "kita mengikuti Rasulullah atau Taimiyyah..?!"
Aku smakin gk sreg, knp banyak kontradiksi dlm hujjah2nya..
Klo memang mengikuti Rasulullah, knp dia mendahulukan atsar ttg nasab yg kembali ke ibu ketimbang nasab yg kembali ke bapak utk mengobati ?
Padahal Rasulullah sendiri telah menjelaskan nasab anak itu kembali ke bapak....
Diskusi kami sudahi walau msh banyak uneg2 yg pengen diutarakan saat itu...
Saya benar2 menghimbau utk saudara saudariku, baik yg ada di Mesir maupun di Indonesia agar lebih waspada terhadap praktek perdukunan yg ada...
Jgn tertipu oleh gelar "ustadz", "kyai", "syaikh", "ajengan", dsb...
Waspadalah slalu karena aqidah kita yg menjadi taruhannya...


0 Komentar Ternspirasi Kitab Karangan Wahid Abdussalam Bali Saya Batalkan Sebuah Sihir
Posting Komentar